reerak

Submediant dan Supertonic: Kunci Harmoni dalam Musik DnB dan HipHop

MH
Marpaung Hadi

Artikel ini membahas peran kunci Submediant dan Supertonic dalam harmoni musik DnB, Bass house, dan HipHop klasik. Pelajari bagaimana elemen seperti Suspension, Tempo, Tenor, dan Tetrachord membentuk progresi akor yang khas dalam genre-genre tersebut.

Dalam dunia musik elektronik dan urban, harmoni sering kali menjadi fondasi yang menentukan karakteristik suatu genre. Dua konsep harmoni yang jarang dibahas namun memiliki peran penting adalah Submediant (derajat keenam) dan Supertonic (derajat kedua) dalam skala musik. Artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana kedua elemen ini menjadi kunci dalam membentuk harmoni progresif di genre Drum and Bass (DnB), Bass house, dan HipHop klasik, serta keterkaitannya dengan konsep Suspension, Tempo, Tenor, dan Tetrachord.

Submediant, yang terletak pada derajat keenam dalam skala diatonik, sering kali berfungsi sebagai jembatan antara akor tonik dan subdominan. Dalam konteks DnB, Submediant digunakan untuk menciptakan ketegangan yang kemudian dilepaskan melalui progresi akor yang cepat. Genre ini, dengan tempo tinggi yang biasanya berkisar antara 160-180 BPM, memanfaatkan Submediant untuk menambah kompleksitas harmoni tanpa mengganggu alur ritmis yang intens. Bass house, sebagai turunan dari house music yang lebih fokus pada elemen bass, juga mengadopsi penggunaan Submediant untuk memperkaya tekstur harmonis, terutama dalam bagian breakdown dan build-up.

Di sisi lain, Supertonic (derajat kedua) berperan sebagai pendahulu akor dominan, sering kali digunakan untuk membangun antisipasi menuju resolusi harmoni. Dalam HipHop klasik, Supertonic menjadi elemen kunci dalam progresi akor yang sederhana namun efektif, seperti yang terlihat dalam banyak lagu era 90-an. Penggunaan Supertonic dalam HipHop klasik sering dikombinasikan dengan Suspension, di mana nada ditahan untuk menciptakan rasa penantian sebelum akhirnya diselesaikan. Teknik ini menambah kedalaman emosional pada komposisi, yang menjadi ciri khas HipHop tradisional.

Konsep Tetrachord, atau kelompok empat nada berurutan, juga berperan dalam memahami harmoni di genre-genre ini. Dalam DnB, Tetrachord sering digunakan untuk membangun pola bassline yang kompleks, sementara di HipHop klasik, ia membantu dalam menciptakan melodi vokal yang memorable. Tenor, sebagai bagian dari rentang vokal, sering kali memanfaatkan progresi harmoni yang melibatkan Submediant dan Supertonic untuk menambah dinamika dalam lirik dan delivery vokal. Tempo, sebagai elemen ritmis, berinteraksi dengan harmoni ini; misalnya, tempo tinggi DnB membutuhkan progresi akor yang lebih cepat, sehingga Submediant dan Supertonic digunakan secara lebih intens dibandingkan dalam HipHop klasik yang bertempo lebih lambat.

Suspension, atau penangguhan harmoni, adalah teknik lain yang sering dijumpai dalam konteks ini. Dalam Bass house, Suspension digunakan bersama Submediant untuk menciptakan momen ketegangan sebelum drop, sementara di HipHop klasik, ia berfungsi untuk memperkuat narasi lirik. Kombinasi antara Suspension dan Supertonic, misalnya, dapat menghasilkan progresi akor yang penuh emosi, seperti yang sering didengar dalam lagu-lagu HipHop legendaris. Hal ini menunjukkan bagaimana elemen harmoni tradisional diadaptasi ke dalam genre modern untuk menciptakan suara yang unik.

Dalam praktiknya, produser DnB sering kali memanipulasi Submediant dan Supertonic melalui penggunaan synthesizer dan efek digital. Misalnya, akor Submediant mungkin dimodifikasi dengan filter low-pass untuk menciptakan efek "rolling bass" yang khas, sementara Supertonic digunakan dalam arpeggiator untuk membangun energi. Di HipHop klasik, instrumen akustik seperti piano atau gitar memainkan peran serupa, dengan Supertonic sering muncul dalam riff yang repetitive namun catchy. Bass house, sebagai genre hibrida, menggabungkan pendekatan ini dengan menggunakan Submediant dalam bassline synth dan Supertonic dalam elemen melodis.

Pengaruh harmoni ini juga terlihat dalam struktur lagu. Dalam DnB, Submediant sering kali mendominasi bagian intro dan breakdown, sementara Supertonic lebih menonjol di bagian drop. Di HipHop klasik, Supertonic mungkin digunakan dalam verse untuk membangun cerita, sementara Submediant muncul di chorus untuk menambah kedalaman. Bass house cenderung menyeimbangkan keduanya, dengan Submediant dan Supertonic berperan dalam menciptakan dinamika antara bagian yang minimalis dan bagian yang penuh energi. Tempo yang bervariasi antar genre juga mempengaruhi cara elemen harmoni ini diterapkan; tempo cepat DnB membutuhkan perubahan akor yang lebih cepat, sedangkan tempo sedang HipHop klasik memungkinkan harmoni yang lebih ekspresif.

Secara historis, penggunaan Submediant dan Supertonic dalam musik elektronik dan urban dapat ditelusuri kembali ke pengaruh musik klasik dan jazz. Konsep-konsep ini diadopsi dan dimodifikasi oleh produser awal DnB dan HipHop untuk menciptakan identitas genre yang baru. Misalnya, dalam HipHop klasik, sampel dari lagu-lagu soul dan funk sering kali mengandung progresi harmoni yang kaya akan Submediant dan Supertonic, yang kemudian diintegrasikan ke dalam komposisi baru. Di DnB, pengaruh breakbeat dan techno membawa pendekatan harmoni yang lebih eksperimental, dengan Submediant digunakan untuk menciptakan atmosfer yang gelap atau futuristik.

Dalam konteks modern, pemahaman tentang Submediant dan Supertonic menjadi semakin relevan dengan berkembangnya genre seperti Bass house, yang menggabungkan elemen dari DnB, house, dan HipHop. Produser dapat memanfaatkan pengetahuan ini untuk menciptakan harmoni yang inovatif, misalnya dengan menggabungkan Suspension dari HipHop klasik dengan tempo tinggi DnB. Tetrachord juga berperan dalam hal ini, sebagai alat untuk membangun skala dan progresi yang unik. Tenor vokal, baik dalam HipHop maupun musik elektronik, dapat diselaraskan dengan harmoni ini untuk menciptakan kohesi antara lirik dan instrumen.

Kesimpulannya, Submediant dan Supertonic bukan hanya konsep teoritis, tetapi kunci harmoni yang hidup dalam musik DnB, Bass house, dan HipHop klasik. Melalui interaksi dengan elemen seperti Suspension, Tempo, Tenor, dan Tetrachord, mereka membentuk progresi akor yang mendefinisikan karakter genre-genre ini. Bagi musisi dan produser, memahami peran ini dapat membuka peluang untuk eksplorasi kreatif, sementara bagi pendengar, ia menawarkan wawasan yang lebih dalam tentang kompleksitas harmoni di balik musik yang mereka nikmati. Sebagai referensi tambahan tentang evolusi musik elektronik, kunjungi situs ini untuk informasi lebih lanjut.

Dengan demikian, harmoni dalam musik terus berkembang, dan Submediant serta Supertonic tetap menjadi bagian integral dari narasi ini. Dari beat HipHop klasik yang timeless hingga ritme DnB yang energik, elemen-elemen ini membuktikan bahwa fondasi teoritis dapat berpadu dengan inovasi modern untuk menciptakan suara yang abadi. Untuk eksplorasi lebih lanjut tentang teknik produksi, lihat halaman ini yang membahas tren terkini dalam industri musik.

DnBBass houseHipHop klasikSubmediantSupertonicSuspensionTempoTenorTetrachordHarmoni musikProgresi akorMusik elektronikHipHop tradisionalStruktur lagu

Rekomendasi Article Lainnya



Explore the Vibrant World of DnB, Bass House, and Classic HipHop with Reerak

Welcome to Reerak, your ultimate destination for diving deep into the dynamic realms of DnB, Bass House, and Classic HipHop.


Our blog is dedicated to bringing you the latest trends, artist spotlights, and in-depth track reviews that resonate with the heart of electronic and hip-hop music lovers.


Whether you're a seasoned producer or a music enthusiast, our content is tailored to inspire and inform.


At Reerak, we believe in the power of music to connect and inspire. That's why we're committed to providing high-quality, SEO-optimized content that not only ranks well but also enriches your musical journey.


From tips on music production to the history behind Classic HipHop beats, our articles are designed to cater to a wide range of interests within the music community.


Join us as we explore the beats that move the world. Don't forget to check back regularly for updates, and follow us on our social media channels to stay in the loop with the latest in DnB,


Bass House, and Classic HipHop. Reerak is more than just a blog; it's a community for music lovers, by music lovers.